Fathul Qarib
Terjemah Fathul Qarib - Salat-salat Sunat
(Foto: Muhamad Basuki)
(وَالصَّلَوَاتُ الْمَسْنُوْنَةُ) وَفِيْ بَعْضِ النُّسَخِ الْمَسْنُوْنَاتُ (خَمْسٌ
Sholat-sholat yang disunnahkan ada lima. Dalam sebagian redaksi diungkapkan dengan bentuk jama’ yaitu “الْمَسْنُوْنَاتُ”.
الْعِيْدَانِ) أَيْ صَلَاةُ عِيْدِ الْفِطْرِ وَعِيْدِ الْأَضْحَى
Yaitu sholat dua hari raya, maksudnya hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.
(وَالْكُسُوْفَانِ) أَيْ صَلَاةُ كُسُوْفِ الشَّمْسِ وَخُسُوْفِ الْقَمَرِ (وَالْإِسْتِسْقَاءُ) أَيْ صَلَاتُهُ.
Dan sholat dua gerhana, maksudnya gerhana matahari dan gerhana bulan. Dan istisqa’, maksudnya sholat istisqa’.
Sholat Sunnah Rawatib
(وَالسُّنَنُ التَّابِعَةُ لِلْفَرَائِضِ) وَيُعَبَّرُ عَنْهَا أَيْضًا بِالسُّنَةِ الرَّاتِبَةِ وَهِىَ (سَبْعَةَ عَشَرَ رَكْعَةً
Shalat-sholat sunnah yang menyertai sholat-sholat fardlu, yang juga diungkapkan dengan sholat sunnah ratibah/rawatib, ada tujuh belas rokaat.
رَكْعَتَا الْفَجْرِ وَأَرْبَعٌ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَانِ بَعْدَهُ وَأَرْبَعٌ قَبْلَ الْعَصْرِ وَرَكْعَتَانِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَثَلَاثٌ بَعْدَ الْعِشَاءِ يُوْتِرُ بِوَاحِدَةٍ مِنْهُنَّ)
Dua rokaat fajar, empat rokaat sebelum Dhuhur dan dua rokaat setelahnya, empat rokaat sebelum Ashar, dua rokaat setelah Maghrib, dan tiga rokaat setelah Isya’ yang digunakan untuk sholat witir satu rokaatnya.
Sholat Witir
الْوَاحِدَةُ هِيَ أَقَلُّ الْوِتْرِ وَأَكْثَرُهُ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً
Satu rokaat adalah minimal sholat witir. Dan maksimal sholat witir adalah sebelas rokaat.
وَوَقْتُهُ بَعْدَ صَلَاةٍ الْعِشَاءِ وَطُلُوْعِ الْفَجْرِ
Waktu sholat witir adalah di antara sholat Isya’ dan terbitnya fajar.
فَلَوْ أَوْتَرَ قَبْلَ الْعِشَاءِ عَمْدًا أَوْ سَهْوًا لَمْ يُعْتَدَّ بِهِ
Sehigga, kalau ada seseorang melakukan sholat witir sebelum sholat Isya’, baik sengaja atau lupa, maka sholat yang dilakukan tidak di anggap.
وَالرَّاتِبُ الْمُؤَكَّدُ مِنْ ذَلِكَ كُلِّهِ عَشْرُ رَكَعَاتٍ
Sholat rawati yang muakad (yang sangat di anjurkan) dari semua sholat sunnah di atas ada sepuluh rokaat.
رَكْعَتَانِ قَبْلَ الصُّبْحِ وَرَكْعَتَانِ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَانِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَانِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَانِ بَعْدَ الْعِشَاءِ .
Yaitu dua rakaat sebelum Subuh, dua rokaat sebelum dan setelah Dhuhur, dua rokaat setelah Maghrib dan dua rokaat setelah sholat Isya’.
Sholat Sunnah Selain Rawatib
(وَثَلَاثُ نَوَافِلَ مُؤَكَّدَاتٌ) غَيْرُ تَابِعَةٍ لِلْفَرَائِضِ
Dan tiga sholat sunnah muakkad yang tidak mengikut pada sholat-sholat farldu.
أَحَدُهَا (صَلَاةُ اللَّيْلِ) وَالنَّفْلُ الْمُطْلَقُ فِي اللَّيْلِ أَفْضَلُ مِنَ النَّفْلِ الْمُطْلَقِ فِي النَّهَارِ وَالنَّفْلُ وَسَطَ اللَّيْلِ أَفْضَلُ ثُمَّ آخِرَهُ أَفْضَلُ وَهَذَا لِمَنْ قَسَّمَ اللَّيِلَ أَثْلَاثًا
Salah satunya adalah sholat malam. Sholat sunnah mutlak di malam hari itu lebih utama dari pada sholat sunnah di siang hari. Sholat sunnah mutlak di tengah malam adalah yang paling utama. Kemudian di akhir malam yang lebih utama. Hal ini bagi orang yang membagi waktu malam menjadi tiga bagian.
(وَ) الثَّانِيْ (صَلَاةُ الضُّحَى) وَأَقَلُّهَا رَكْعَتَانِ وَأَكْثَرُهَا اثْنَتَا عَشَرَةَ رَكْعَةً
Yang kedua sholat Dhuha. Minimal sholat Dhuha adalah dua rakaat. Dan paling maksimal adalah dua belas rakaat.
وَوَقْتُهَا مِنِ ارْتِفَاعِ الشَّمْسِ إِلَى زَوَالِهَا كَمَا قَالَ النَّوَوِيُّ فِي التَّحْقِيْقِ وَشَرْحِ الْمُهَذَّبِ
Waktu sholat Dhuha mulai dari naiknya matahari -kira-kira setinggi satu tombak- hingga tergelincirnya matahai, sebagaimana yang di sampaikan imam an Nawawi di dalam kitab at Tahqiq dan Syarh al Muhadzdzab.
(وَ) الثَّالِثُ (صَلَاةُ التَّرَاوِيْحِ) وَهِيَ عِشْرُوْنَ رَكْعَةً بِعَشْرِ تَسْلِيْمَاتٍ فِيْ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ وَجُمْلَتُهَا خَمْسُ تَرْوِيْحَاتٍ
Yang ke tiga adalah sholat tarawih. Yaitu sholat dua puluh rakaat dengan sepuluh kali salaman di setiap malam di bulan Romadlon. Dan jumlahnya sebanyak lima tarawihan.
وَيَنْوِي الشَّخْصُ فِيْ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ مِنْهَا سُنَّةُ التَّرَاوِيْحِ أَوْ قِيَامُ رَمَضَانَ
Di setiap pelaksanaan dua rakaat dari sholat tarawih, seseorang melakukan niat “sunnah tarawih” atau “qiyam Romadlon (menghidupkan bulan Romadlon)”.
وَلَوْ صَلَّى أَرْبَعًا مِنْهَا بِتَسْلِيْمَةٍ وَاحِدَةٍ لَمْ تَصِحَّ
Dan seandainya ada seseorang melakukan sholat tarawih empat rokaat sekaligus dengan satu kali salaman, maka sholat yang ia lakukan tidak sah.
وَوَقْتُهَا بَيْنَ صَلَاةِ الْعِشَاءِ وَطُلُوْعِ الْفَجْرِ
Waktu sholat tarawih adalah di antara sholat Isya’ dan terbitnya fajar.
Penulis/Pewarta: Mualif
Editor: Abu Halima
©2025 Al-Marji
TAGS:
Berita Terkait
- Terjemah Fathul Qarib - Mukadimah Kitab Fathul Qarib
- Terjemah Fathul Qarib - Bersuci: Macam-Macam Air
- Terjemah Fathul Qarib - Bab Wudhu dan Fardu Wudhu
- Terjemah Fathul Qarib - Bab Istinja'
- Terjemah Fathul Qarib - Perkara yang Membatalkan Wudhu
- Terjemah Fathul Qarib - Hal-hal yang Mewajibkan Mandi
- Terjemah Fathul Qarib - Beberapa Fardhu Mandi
- Terjemah Fathul Qarib - Sunah-sunah Mandi
- Terjemah Fathul Qarib - Beberapa Mandi yang Disunatkan
- Terjemah Fathul Qarib - Mengusap (Muzah) Sepatu
- Terjemah Fathul Qarib - Bab Tayammum: Syarat-Syarat Tayammum
- Terjemah Fathul Qarib - Fardlu Tayammum
- Terjemah Fathul Qarib - Kesunahan Tayammum
- Terjemah Fathul Qarib - Hal yang Membatalkan Tayammum
- Terjemah Fathul Qarib - Orang yang Memakai Perban dan Yang Boleh Dilakukan dengan Tayammum
- Terjemah Fathul Qarib - Bab Haid, Nifas, dan Istihadlah
- Terjemah Fathul Qarib - Kitab Hukum-Hukum Shalat
- Terjemah Fathul Qarib - Bab Syarat Wajib Salat
- Terjemah Fathul Qarib - Bab Syarat-syarat Shalat
- Terjemah Fathul Qarib - Bab Rukun-rukun Shalat
- Terjemah Fathul Qarib - Bab Kesunahan-kesunahan Shalat
- Terjemah Fathul Qarib - Bab Hal-hal yang Berbeda Antara Laki-laki dan Perempuan
Baca Juga
- Bab 20. Memberikan Petunjuk Kepada Kebaikan dan Mengajak ke Arah Hidayah Atau ke Arah Kesesatan
- Terjemah Fathul Qarib - Bab Rukun-rukun Shalat
- Tiga Sebab Seorang Muslim Dicap Sebagai Murtad
- Bab 19. Orang Yang Memulai Membuat Sunnah Yang Baik Atau Buruk
- Khutbah Jumat: Hakikat Berjamaah dalam Islam
- Khutbah Jumat: Kesehatan dalam Pandangan Islam
- Khutbah Jumat: Keutamaan Bulan Rajab dan Syaban: Waktu Mempersiapkan Diri Menuju Ramadan
- Terjemah Fathul Qarib - Bab Hal-hal yang Berbeda Antara Laki-laki dan Perempuan
- Terjemah Fathul Qarib - Bab Kesunahan-kesunahan Shalat
- Terjemah Fathul Qarib - Bab Syarat-syarat Shalat