Khutbah Jumat: Disiplin Adalah Karakter Seorang Mukmin

(Foto: pngfree)

Khutbatul Hajjah

الْحَمْدُ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.

مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ،

فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.

قال الله تعالى: اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Khatib berwasiat kepada diri sendiri dan hadirin sekalian, agar senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. Sebab, dengan takwa manusia memperoleh derajat kemuliaan di sisi Allah Swt.

Dengan takwa, Allah memberikan jalan keluar dari semua persoalan hidup serta memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Maasyiral Muslimin, marilah kita merenungkan satu sifat yang sering kita anggap sederhana, tetapi sesungguhnya sangat menentukan kualitas kehidupan kita sebagai seorang Muslim.

Sifat itu adalah disiplin.

Disiplin bukan sekadar datang tepat waktu.

Disiplin bukan hanya soal pekerjaan.

Disiplin adalah kemampuan seorang hamba untuk menundukkan dirinya kepada aturan Allah, mengatur waktunya, menjaga amanahnya, melaksanakan kewajibannya secara konsisten, dan tetap melakukan kebaikan meskipun tidak ada manusia yang melihat.

Seorang Muslim yang disiplin bukan hanya bertanya:

"Apa yang saya inginkan?"

Tetapi ia bertanya:

"Apa yang Allah perintahkan kepada saya?"

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Perhatikan bagaimana Allah bersumpah dengan sesuatu yang sangat berharga dalam kehidupan manusia, dan ini terkait dengan disiplin.

Allah berfirman dalam QS. Al-'Ashr ayat 1-3:

وَالْعَصْرِ ۝ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ۝ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Artinya:

"Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan kebajikan, serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran."

Allah bersumpah dengan waktu.

Harus diingat bahwa waktu tidak pernah kembali.

Uang yang hilang masih mungkin dicari.

Rumah yang rusak masih mungkin diperbaiki.

Kesehatan yang menurun masih mungkin dipulihkan.

Tetapi satu menit yang telah berlalu, tidak akan pernah kembali kepada kita.

Kemarin telah menjadi sejarah.

Hari ini sedang menjadi kesempatan.

Sedangkan besok belum tentu menjadi milik kita.

Karena itu, orang yang tidak mampu mengatur waktunya sebenarnya sedang membiarkan sebagian umurnya hilang tanpa tujuan.

Rasulullah ﷺ mengingatkan kita:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Artinya:

"Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu dan merugi karenanya: kesehatan dan waktu luang."

HR. Bukhari no. 6412.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Perhatikan kata مَغْبُونٌ.

Manusia bisa tertipu oleh sesuatu yang sebenarnya sangat berharga.

Ketika masih sehat, kita merasa kesehatan akan selalu ada.

Ketika masih muda, kita merasa umur masih panjang.

Ketika mempunyai waktu luang, kita merasa besok masih bisa mengerjakannya.

Akhirnya kita berkata:

"Nanti saja."

Nanti salatnya.

Nanti membaca Al-Qur'annya.

Nanti belajar agamanya.

Nanti memperbaiki keluarga.

Nanti bersedekah.

Nanti bertaubat.

Padahal kita tidak pernah mendapatkan jaminan bahwa "nanti" akan datang.

#Disiplin dalam ibadah

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Lihatlah salat.

Allah tidak memerintahkan kita salat (fardu) hanya ketika sedang bersemangat atau kapanpun maunya kita.

Allah menetapkan waktu.

Allah berfirman dalam QS. An-Nisa ayat 103:

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

Artinya:

"Sesungguhnya salat itu merupakan kewajiban yang waktunya telah ditentukan atas orang-orang yang beriman."

Perhatikan:

كِتَابًا مَوْقُوتًا

Ada waktu yang telah ditentukan.

Inilah pendidikan disiplin yang luar biasa dari Islam.

Subuh ada waktunya.

Zuhur ada waktunya.

Asar ada waktunya.

Maghrib ada waktunya.

Isya ada waktunya.

Seakan-akan setiap hari Allah mendidik kita:

"Wahai hamba-Ku, belajarlah mengatur hidupmu."

Ketika azan berkumandang, seorang Muslim meninggalkan kesibukannya.

Ia meninggalkan pekerjaan.

Meninggalkan percakapan.

Meninggalkan perdagangan.

Meninggalkan kesenangan.

Kemudian ia berdiri menghadap Allah.

Inilah disiplin yang paling tinggi:

#disiplin karena Allah.

Disiplin bukan melakukan sesuatu yang besar, tetapi terus melakukan kebaikan

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Ada orang yang semangat beribadah selama dua hari, kemudian berhenti.

Ada yang membaca Al-Qur'an satu hari sepuluh juz, kemudian selama sebulan tidak membukanya.

Ada yang bersedekah dalam jumlah besar sekali, kemudian setelah itu tidak pernah bersedekah lagi.

Islam mengajarkan bahwa kualitas amal tidak hanya dilihat dari besarnya, tetapi juga dari istiqamahnya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Artinya:

"Amalan yang paling dicintai Allah Ta'ala adalah amalan yang paling terus-menerus dilakukan, meskipun sedikit."

HR. Muslim no. 783b.

Ini adalah prinsip disiplin yang sangat penting.

Jangan meremehkan amal kecil yang dilakukan terus-menerus.

Satu halaman Al-Qur'an setiap hari.

Sepuluh menit membaca kitab setiap hari.

Sedekah sedikit tetapi rutin.

Salat sunnah dua rakaat tetapi istiqamah.

Berzikir setiap pagi dan petang.

Membaca ilmu setiap hari.

Mendidik anak setiap hari.

Meminta maaf kepada pasangan ketika bersalah.

Menjaga lisan setiap hari.

Kebaikan kecil yang dilakukan terus-menerus dapat membentuk manusia yang besar.

#Kisah Abdullah bin 'Amr radhiyallahu 'anhuma

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Ada sebuah kisah menarik dari zaman Rasulullah ﷺ.

Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash radhiyallahu 'anhuma adalah seorang sahabat yang sangat bersemangat dalam beribadah.

Ia ingin berpuasa setiap hari dan membaca Al-Qur'an sepanjang malam.

Semangatnya luar biasa.

Tetapi Rasulullah ﷺ mengajarinya sebuah pelajaran penting.

Nabi ﷺ tidak mengatakan bahwa beribadah itu buruk.

Justru Nabi ﷺ mengajarkan bahwa ibadah harus dilakukan dengan keseimbangan dan kemampuan, sehingga dapat dipertahankan.

Dalam riwayat yang sahih, Rasulullah ﷺ bersabda kepada Abdullah bin 'Amr:

إِنَّ لِجَسَدِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَإِنَّ لِعَيْنِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَإِنَّ لِزَوْجِكَ عَلَيْكَ حَقًّا

Artinya:

"Sesungguhnya tubuhmu mempunyai hak atasmu, matamu mempunyai hak atasmu, dan istrimu mempunyai hak atasmu."

Kemudian Nabi ﷺ mengajarkan agar ia tidak berlebihan dalam ibadah sehingga mengabaikan hak-hak lainnya.

Pelajaran dari kisah ini sangat dalam.

#Disiplin bukan berarti memaksa diri sampai hancur.

Disiplin berarti mengetahui kewajiban, mengetahui kemampuan, lalu menjalankannya dengan konsisten.

Sebab orang yang berlari terlalu cepat mungkin akan sampai lebih dahulu, tetapi bisa jadi ia kehabisan tenaga di tengah perjalanan.

Sedangkan orang yang berjalan dengan langkah teratur dapat terus bergerak sampai tujuan.

Itulah mengapa Nabi ﷺ memuji amal yang dilakukan terus-menerus, walaupun sedikit.

#Disiplin dalam kehidupan sehari-hari

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Mari kita perluas makna disiplin.

Disiplin bukan hanya urusan masjid.

Seorang pedagang harus disiplin dalam kejujuran.

Seorang pegawai harus disiplin dalam amanah.

Seorang pemimpin harus disiplin menunaikan tanggung jawab.

Seorang suami harus disiplin memenuhi kewajibannya kepada keluarga.

Seorang istri harus menjaga amanah rumah tangga.

Orang tua harus disiplin mendidik anak.

Anak harus disiplin menghormati orang tua.

Seorang Muslim harus disiplin menjaga lisannya.

Jangan sampai kita disiplin datang ke masjid, tetapi tidak disiplin menjaga ucapan.

Jangan sampai kita disiplin menjalankan ibadah ritual, tetapi tidak disiplin dalam amanah.

Jangan sampai kita rajin membaca Al-Qur'an, tetapi tidak disiplin menjalankan pesan Al-Qur'an.

Allah berfirman dalam QS. Al-Hasyr ayat 18:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Artinya:

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

Ayat ini mengajarkan kita untuk melihat ke depan.

Seorang Muslim tidak hidup tanpa arah.

Ia bertanya kepada dirinya:

Apa yang sedang saya bangun?

Ke mana hidup saya sedang berjalan?

Apa yang akan saya bawa ketika menghadap Allah?

Karena kehidupan dunia ini bukan sekadar bagaimana kita menghabiskan waktu.

Tetapi bagaimana kita mempertanggungjawabkan waktu.

#Jangan menunggu sempurna untuk menjadi disiplin

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Kadang-kadang kita menunggu kondisi ideal.

"Kalau sudah punya banyak waktu, saya akan belajar."

"Kalau sudah kaya, saya akan bersedekah."

"Kalau sudah tenang, saya akan membaca Al-Qur'an."

"Kalau sudah tua, saya akan lebih rajin beribadah."

Padahal kehidupan tidak pernah benar-benar kosong dari masalah.

Karena itu, mulailah dari sesuatu yang kecil.

Kalau belum mampu membaca satu juz setiap hari, bacalah satu halaman.

Kalau belum mampu bersedekah banyak, bersedekahlah sedikit.

Kalau belum mampu bangun untuk tahajud setiap malam, mulailah beberapa kali dalam sepekan.

Kalau belum mampu membaca kitab berjam-jam, mulailah sepuluh menit.

Yang penting bukan hanya besar di awal, tetapi tetap berjalan sampai akhir.

Rasulullah ﷺ bersabda:

سَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا فَإِنَّهُ لَنْ يُدْخِلَ الْجَنَّةَ أَحَدًا عَمَلُهُ قَالُوا وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَلَا أَنَا إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِيَ اللَّهُ مِنْهُ بِرَحْمَةٍ وَاعْلَمُوا أَنَّ أَحَبَّ الْعَمَلِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ

"Tujulah (kebenaran), mendekatlah dan bergembiralah bahwa sesungguhnya tidak seorang pun dari kalian yang dimasukkan surga oleh amalnya." Mereka bertanya: "Tidak juga Tuan, wahai Rasulullah? beliau menjawab: "Tidak juga aku, kecuali bila Rabbmu melimpahkan rahmat dan karunia padaku. Dan ketahuilah bahwa amal yang paling sukai Allah adalah yang paling rutin meski sedikit."

HR. Muslim no. 2818a.

#Kesimpulan

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Marilah kita membawa pulang tiga pelajaran penting tentang disiplin.

Pertama, disiplin terhadap waktu.

Jangan biarkan umur berlalu tanpa amal.

Waktu adalah modal kehidupan yang tidak dapat dikembalikan.

Kedua, disiplin terhadap kewajiban.

Kerjakan apa yang menjadi kewajiban kita, baik ketika ada yang melihat maupun ketika tidak ada seorang pun yang melihat.

Karena Allah selalu melihat kita.

Ketiga, disiplin dalam istiqamah.

Jangan meremehkan amal yang kecil.

Lebih baik sedikit tetapi terus-menerus daripada besar sesaat kemudian berhenti.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Kalau kita ingin memperbaiki hidup, jangan selalu mencari perubahan yang besar.

Mulailah dengan kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari.

Bangun tepat waktu.

Salat tepat waktu.

Membaca Al-Qur'an.

Belajar.

Bekerja dengan amanah.

Menjaga lisan.

Menunaikan janji.

Berbuat baik kepada keluarga.

Bersedekah.

Dan terus memperbaiki diri.

Sebab sesungguhnya disiplin adalah bentuk nyata dari ketakwaan.

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang mampu menghargai waktu, menjaga amanah, taat kepada aturan-Nya, dan istiqamah dalam kebaikan.

Doa

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ قُلُوبَنَا، وَأَصْلِحْ أَعْمَالَنَا، وَأَصْلِحْ أَوْقَاتَنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَعْمَارِنَا.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْقَاتَنَا فِي طَاعَتِكَ، وَأَعْمَارَنَا فِي مَرْضَاتِكَ، وَأَعْمَالَنَا صَالِحَةً مُتَقَبَّلَةً.

اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ.

اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا الْإِخْلَاصَ وَالِاسْتِقَامَةَ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا، وَلِوَالِدَيْنَا، وَلِأَهْلِنَا، وَلِأَزْوَاجِنَا، وَلِذُرِّيَّاتِنَا، وَلِجَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ.

اللَّهُمَّ اشْفِ مَرْضَانَا، وَارْحَمْ مَوْتَانَا، وَفَرِّجْ هُمُومَنَا، وَاقْضِ حَوَائِجَنَا، وَبَارِكْ فِي أَرْزَاقِنَا، وَاحْفَظْ أَهْلَنَا وَأَوْلَادَنَا.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ.

وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Penulis/Pewarta: Muhamad Basuki
Editor: Abu Halima
©2026 Al-Marji

TAGS:

Berita Terkait