Riyadhus Shalihin
Bab 9. Memikir-mikirkan Keagungan Makhluk-makhluk Allah Ta'ala dan Rusaknya Dunia dan Kesukaran-kesukaran di Akhirat dan Perkara Yang Lain-lain di Dunia dan Akhirat Serta Keteledoran Jiwa, Juga Mendidiknya dan Mengajaknya Untuk Bersikap Istiqamah
(Foto: Muhamad Basuki)
9 - باب في التفكر في عظيم مخلوقات الله تَعَالَى وفناء الدنيا وأهوال الآخرة وسائر أمورهما وتقصير النفس وتهذيبها وحملها عَلَى الاستقامة
قَالَ الله تَعَالَى: {إِنَّمَا أَعِظُكُمْ بِوَاحِدَةٍ أَنْ تَقُومُوا للهِ مَثْنَى وَفُرَادَى ثُمَّ تَتَفَكَّرُوا} [سبأ: 46]، وَقالَ تَعَالَى: {إِنَّ في خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآياتٍ لأُولِي الأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ} الآيات [آل عمران: 190 - 191]، وَقالَ تَعَالَى: {أَفَلا يَنْظُرُونَ إِلَى الإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ وَإِلَى السَّمَاءِ كَيْفَ رُفِعَتْ وَإِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ وَإِلَى الأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنْتَ مُذَكِّرٌ} [الغاشية: 17 - 21]، وَقالَ تَعَالَى: {أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الأَرْضِ فَيَنْظُرُوا} الآية [القتال: 10]. والآيات في الباب كثيرة.
ومن الأحاديث الحديث السابق: «الكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ» .
Allah Ta'ala berfirman: "Katakanlah: Sesungguhnya aku hendak menasihati kepadamu sekalian perkara satu saja, yaitu supaya engkau sekalian berdiri di hadapan Allah berdua-duaan atau sendiri-sendiri, kemudian engkau sekalian memikirkan bahwa bukanlah kawanmu itu terkena penyakit gila. Tidaklah kawanmu itu melainkan seorang yang memberikan peringatan kepadamu sekalian sebelum datangnya siksa yang amat sangat." (Saba': 46)
Allah Ta'ala berfirman pula: "Sesungguhnya dalam kejadian langit dan bumi serta silih bergantinya malam dengan siang itu adalah tanda-tanda -kekuasaan Allah- bagi orang-orang yang suka berfikir. Mereka itu ialah orang-orang yang selalu berdzikir kepada Allah ketika berdiri, duduk ataupun berbaring sambil memikirkan kejadian langit dan bumi. Mereka berkata: 'Wahai Tuhan kami, sesungguhnya tidaklah Engkau menjadikan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka lindungilah kami dari siksa api neraka'." Sampai ayat-ayat seterusnya. (Ali-Imran: 190-191)
Allah Ta'ala berfirman lagi:
"Apakah mereka tidak melihat -memperhatikan- pada unta, bagaimana ia diciptakan?"
"Dan langit, bagaimana ia ditinggikan?"
"Dan gunung-gunung, bagaimana ia ditegakkan?"
"Dan juga bumi, bagaimana ia dikembangkan?"
"Maka dari itu berikanlah peringatan, karena engkau itu hanyalah seorang yang bertugas memberi peringatan."
(al-Ghasyiyah: 17-21)
Allah Ta'ala juga berfirman: "Apakah mereka tidak hendak berjalan di muka bumi, lalu melihat -memperhatikan- bagaimana akibat orang-orang yang sebelum mereka? Allah telah membinasakan mereka itu dan keadaan yang seperti itu pula untuk orang-orang kafir?" (Muhammad: 10)
Ayat-ayat mengenai bab ini amat banyak sekali. Setengah dari Hadis-hadis yang berhubungan dengan bab ini ialah hadis di muka, yaitu: "Orang yang cerdik -berakal- ialah orang yang memperhitungkan keadaan dirinya." Dan seterusnya. Adapun lengkapnya hadis di atas ialah:
Dari Abu Ya'la yaitu Syaddad bin Aus r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya: "Orang yang cerdik -berakal- ialah orang yang memperhitungkan keadaan dirinya dan suka beramal untuk mencari bekal sesudah matinya, sedangkan orang yang lemah ialah orang yang dirinya selalu mengikuti hawa nafsunya dan mengharap-harapkan kemurahan atas Allah -yakni mengharap-harapkan kebahagiaan dan pengampunan di akhirat-, tanpa beramal shalih." Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah hadis hasan.
Penulis/Pewarta: Mualif
Editor: Abu Halima
©2024 Al-Marji
TAGS:
Berita Terkait
- Pendahuluan Pengarang, Imam Nawawi
- Bab 1. Keikhlasan dan menghadirkan niat dalam segala perbuatan; ucapan dan keadaan yang nyata dan yang samar
- Bab 2. Taubat
- Bab 3. Sabar
- Bab 4. Kebenaran
- Bab 5. Muraqabah (Menjaga Diri)
- Bab 6. Ketakwaan
- Bab 7. Yakin dan Tawakkal
- Bab 8. Bertindak Lurus (Istiqamah)
- Bab 10. Bersegera Kepada Kebaikan Dan Menganjurkan Kepada Orang Yang Menuju Kebaikan Supaya Menghadapinya Dengan Sungguh-sungguh Tanpa Keragu-raguan
- Bab 11. Bersungguh-sungguh (Mujahadah)
- Bab 12. Menganjurkan Untuk Menambah-nambah Kebaikan Pada Akhir-akhir Umur
- Bab 13. Menerangkan Banyaknya Jalan-jalan Kebaikan
- Terjemahan Riyadus Shalihin: Bab 14. Berlaku Wajar dalam Beribadah
- Bab 15. Memelihara Kelangsungan Amalan-amalan
- Bab 16. Perintah Memelihara Sunnah dan Adab-adabnya
- Bab 17. Kewajiban Mengikuti Hukum Allah dan Apa-apa Yang Diucapkan oleh Orang Yang Diajak Ke Arah Itu Dan Yang Diperintah Berbuat Kebaikan Atau Dilarang Berbuat Keburukan
- Bab 18. Larangan Terhadap Kebid'ahan-kebid'ahan dan Perkara-perkara Yang Diada-adakan
- Bab 19. Orang Yang Memulai Membuat Sunnah Yang Baik Atau Buruk
- Bab 20. Memberikan Petunjuk Kepada Kebaikan dan Mengajak ke Arah Hidayah Atau ke Arah Kesesatan
Baca Juga
- Terjemah Fathul Qarib - Bab Rukun-rukun Shalat
- Khutbah Jumat: Hakikat Berjamaah dalam Islam
- Terjemah Fathul Qarib - Salat-salat Sunat
- Khutbah Jumat: Rajab Sebagai Bulan Perdamaian
- Terjemah Fathul Qarib - Bab Syarat-syarat Shalat
- Terjemah Fathul Qarib - Bab Kesunahan-kesunahan Shalat
- Khutbah Jumat: Kesehatan dalam Pandangan Islam
- Tiga Sebab Seorang Muslim Dicap Sebagai Murtad
- Bab 19. Orang Yang Memulai Membuat Sunnah Yang Baik Atau Buruk
- Kumpulan Teks Khutbah Kedua Jumat (Bagian 5)