Biografi Singkat Imam As-Syaukani
(Foto: Muhamad Basuki)
Riwayat Hidup Imam Al- Syaukani
Memiliki nama lengkap Muhammad ibn ‘Ali ibn Muhammad ibn ‘Abdullah al- Syaukani al-Shan’ani al-Yamani biasa dikenal dengan Imam al- Syaukani. Beliau lahir pada hari Senin, 28 Zulqaidah 1173 H bertempat di Syaukan kota dekat San’a, Yaman Utara kemudian meninggal pada hari Rabu, 27 Jumadil Akhir 1250 H. Nama al- Syaukani diambil dari desa tempat kelahirannya. Dalam jarak waktu kurang lebih 78 tahun, al-Syaukânî telah melahirkan banyak karya-karya brilian. Tafsir Fath al-Qadîr adalah salah satu dari karya al-Syaukânî yang cukup monumental. Al-Syaukânî dibesarkan oleh ayahnya yaitu Ali Al-Syukani yang pernah menjabat sebagai hakim di Yaman selama 40 tahun beliau dikenal pribadi yang sederhana dan kesuciannya. [1]
Sebelum mencapai 10 tahun ia telah mempelajari dan menghafal Al-Quran sekaligus menjadi acuan awal belajarnya. Imam Asy- Syaukani menyelesaikan hafalan Al-Quran yang diselesaikan kepada al-Faqih Hasan ibn Abdullah al-Habi. Kemudian meneruskan pelajarannya dengan mempelajari ilmu Tajwid pada beberapa guru sehingga ia menguasai bacaan Al-Quran dengan baik. Setelah itu, al- Syaukani menghafal berbagai matan dan prinsip- prinsip keilmuan. Kemudian Imam Al- Syaukani pindah ke ibukota Sana`a untuk menimba ilmu dari para ulama. [2]
Terkadang al- Syaukani merasa tidak puas dengan belajar sendiri melainkan mempelajari banyak kitab dari beberapa ulama. Imam al- Syaukani mendalami ilmu Hadits, Tafsir, dan Mushthalah Hadits kepada Abdul Qodir Ibnu Ahmad beliau seorang alim dan Mujtahid Mutlaq pada masanya. [3] kemudian al- Syaukani tidak pernah absen mengikuti pengajian kepada Ibnu Muthahhir al-Qabili selama kurang-lebih 13 tahun, dan lulus darinya dengan menguasai berbagai cabang keilmuan. Selanjutnya ia berinteraksi dan berguru dengan ulama besar pada masanya, yaitu Imam ash-Shan`ani rahimahullah. Dari Imam ash-Shan`ani, al- Syaukani mendapatkan ilmu yang berlimpah, mengikuti konsepnya, dan meneliti metodenya, sehingga ia menjadi salah seorang murid unggulannya. [4]
Hubungan Al- Syaukani dengan Syi’ah Zaidiyyah
Hubungan al- Syaukani dengan Syi`ah Zaidiyah bisa dikatakan sangat erat karena al- Syaukani sejak kecil telah diarahkan ayahnya untuk menjadi seorang ulama yang Zaidi. Beberapa pedoman penting mazhab Syi`ah Zaidiyah telah diajarkan kepada putranya. Akan tetapi, al- Syaukani juga mempelajari beberapa buku di luar pedoman mazhab Zaidi. Disebutkan bahwa al- Syaukani mempelajari kitab ushul fiqh Syafi'i, Syarh Jam' al-Jawami' karya Jalal al-Din al-Mahalli bimbingan al-Hasan Ibnu Isma`il al-Maghribi. Ia juga belajar kitab hadis hukum Bulugh al-Maram karya Ibnu Hajar al-Asqalani dan masih banyak lagi kitab-kitab Sunni yang dilalap habis oleh al- Syaukani baik melalui pengajaran gurunya maupun yang dibaca secara otodidak. Ini menjadi salah satu keunikan dari mufasir itu sendiri bahwa al- Syaukani memiliki pendapat yang lebih luas dibandingkan dengan ulama Syi’ah yang lain, bahkan kebanyakan dari mereka lebih jumud atau taqlid dan menolak mempelajari kitab-kitab karangan ulama sunni. Maka menarik untuk diteliti berkaitan dengan kecenderungan teologisnya tersebut. [5]
Dalam ushul fikih, Syi’ah Zaidiyah juga tidak banyak berbeda dengan Mazhab-Mazhab Sunni. Dalil hukum yang menjadi dasar Zaidiyah ada empat, yakni: al-Qur’an, Sunnah, maslahah al-mursalah, dan istihsan. Namun ketika tidak ada dalil Syara` sebagai landasan dalam menetapkan suatu hukum, maka mereka menggunakan dalil akal, dengan mengerahkan penalaran kapada illah hukum dan Maqasid al-‘Ammah li al-Syara` (tujuan utama syariat), kemudian dalam bidang fikih, Mazhab Zaidiyah lebih dekat kepada Mazhab-mazhab Ahl al-Sunnah dari pada Mazhab Fikih Syi`ah. Tegasnya bahwa diakui bahwa fikih Zaidi sebagai bentuk fikih yang memiliki bentuk tersendiri, namun tidak jauh berbeda dengan fikih Mazhab yang empat.). [6]
Dari keterangan tentang hubungan al- Syaukani dan Syi`ah Zaidiyah di atas, bisa difahami bahwa al- Syaukani dengan ajaran-ajaran dalam Syi`ah Zaidiyah sangat erat. Sebagaimana dipaparkan di atas, ajaran-ajaran Syi`ah Zaidiyah sangat dekat dengan ajaran yang dianut oleh Ahl al-Sunnah. Maka ajaran yang dianut oleh al- Syaukani juga tidak jauh dengan ajaran Ahl al-Sunnah. Selanjutnya, hubungan al- Syaukani dengan Syi`ah Zaidiyah adalah ketika al- Syaukani lahir di Yaman, paham yang berkembang pada masa itu adalah Syi`ah Zaidiyah. Hal ini menandakan bahwa al- Syaukani semenjak kecil sudah paham dan ajaran Syi`ah Zaidiyah. Maka tidak diragukan keyakinan dan hubungan al- Syaukani dengan Syi`ah Zaidiyah.
Guru-Guru Imam Al- Syaukani
Diantara guru-guru Imam al- Syaukani adalah:
Murid-Murid Imam Al- Syaukani
Murid-murid imam al- Syaukani sangat banyak, semua muridnya menduduki posisi yang penting dalam bidang pengajaran, politik, fatwa serta lainnya. Disini hanya menyebutkan beberapa nama saja diantaranya adalah:
Ketekunan al- Syaukani dalam belajar dan membaca telah dapat mengantarkannya menjadi seorang ulama. Dari itu, dari usia yang sangat muda, kurang dua puluh tahun, ia telah diterima oleh masyarakat kota Sana`a dan sekitarnya untuk memberikan fatwa dalam berbagai masalah keagamaan. Itulah sebagian kecil dari murid-murid al- Syaukani yang mewarisi ilmunya dan mengembangkan ilmu tersebut keberbagai daerah di Yaman dan sekitarnya. Dengan demikian, apa yang dihimbau oleh al- Syaukani di dalam karya-karyanya, disebarkan oleh para murid tersebut.
Karya-Karya Imam Al- Syaukani
Dalam pendahuluan kitab tafsir Fath al-Qadr, disebutkan bahwa sebanyak 36 karya Imam al- Syaukani sudah diterbitkan dalam bentuk kitab/buku dan 14 buah karya tulisnya dalam bentuk manuskrip.[10] Karna karyanya yang begitu banyak, dalam hal ini, penulis hanya menyebutkan karya yang sudah di terbitkan:
---
Penulis/Pewarta: Muhamad Basuki
Editor: Abu Halima
©2024 Al-Marji
TAGS:
Berita Terkait
- Biografi Singkat Ahmad bin Hanbal
- Biografi Singkat Abu Abdullah Muhammad asy-Syafi'i
- Biografi Singkat Malik bin Anas
- Biografi Singkat Imam Abu Dawud
- Biografi Singkat Imam Nawawi (Abu Zakaria Muhyuddin an-Nawawi)
- Biografi Imam Adz-Dzahabi
- Biografi Singkat Imam Ad-Darimi
- Daftar Biografi Singkat Ulama Berdasarkan Abjad
- Biografi Singkat Abu `Abdillah al-Qurthubi
Baca Juga
- Khutbah Jumat: Kesehatan dalam Pandangan Islam
- Terjemah Fathul Qarib - Salat-salat Sunat
- Terjemah Fathul Qarib - Bab Syarat-syarat Shalat
- Terjemah Fathul Qarib - Bab Syarat Wajib Salat
- Terjemah Fathul Qarib - Bab Rukun-rukun Shalat
- Khutbah Jumat: Rajab Sebagai Bulan Perdamaian
- Khutbah Jumat: Disiplin Adalah Karakter Seorang Mukmin
- Bab 20. Memberikan Petunjuk Kepada Kebaikan dan Mengajak ke Arah Hidayah Atau ke Arah Kesesatan
- Bab 19. Orang Yang Memulai Membuat Sunnah Yang Baik Atau Buruk
- Terjemah Fathul Qarib - Bab Kesunahan-kesunahan Shalat